Posted by: SDN Pondok Bambu 10 Pagi | September 15, 2009

Sulit Menerjemahkan, Baca Lima Langkah ini!

Oleh: Ismarita Ramayanti M.Hum

Kegiatan terjemahan ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Cukup banyak hal yang harus diperhatikan. Namun, seorang penerjemah profesional haruslah terus berusaha untuk menghasilkan terjemahan yang berkualitas baik.

Sebagai awalan, berikut lima pedoman sederhana untuk diketahui oleh seorang calon penerjemah. Pedoman ini dikemukakan oleh Anton Hilman (1977) dalam bukunya ‘Pedoman Umum Menterjemahkan Tahap I’, yaitu:

1. Membaca dengan cermat naskah bahasa sumber

Hal ini dilakukan untuk memahami pesan keseluruhan dan arti setiap kata, berikut juga dengan arti sampingannya. Untuk itu, perlu disediakan kamus yang baik, ensiklopedi, penutur bahasa sumber, dan rekan sekerja. Tujuannya, untuk menghindari hal-hal sebagai berikut:

(a) pemakaian padanan yang kurang tepat

(b) kecenderungan untuk mengubah naskah bahasa sumber

(c) penerjemahan harfiah atas ungkapan yang tidak difahami. Sebab, hal ini akan mengorbankan pesan bahasa sumber, di samping juga menyimpang dari hukum sintaksis bahasa sasaran.

2. Membaca ulang produk terjemahan

Hal ini dilakukan tanpa membandingkannya dengan naskah bahasa sumber. Lakukan selang beberapa saat kemudian sambil mengadakan perbaikan naskah bahasa sasaran agar susunannya lebih lancar, judul sesuai dengan kata, istilah, dan pengertian yang terdapat di dalam naskah bahasa sumber.

3. Membaca kembali produk terjemahan

Lakukan hal ini sambil membandingkannya dengan naskah bahasa sumber, mengadakan penyesuaian seperlunya

4. Meminta bantuan orang lain untuk menilai

Seorang penerjemah patut merasa curiga terhadap dirinya sendiri. Ya, bahwa mungkin saja ada hal-hal yang tak dapat diraba atau ditangkapnya dalam naskah bahasa sumber.

5. Sadari, bahwa menerjemahkan tidak sama dengan menyadur dan seringkali ada penyampaian pesan yang kurang jelas

Ketidakjelasan ini tidak hanya disebabkan oleh penguasaan yang terbatas akan bahasa sumber, tetapi juga atas bahasa sasaran.

Melihat pedoman tersebut, tentunya, perlu kesabaran dan keinginan untuk terus berlatih dan belajar menerjemahkan. Ada baiknya, bila penerjemah menyimpan daftar kata yang mempunyai arti khusus dari teks yang sudah ia terjemahkan.

Penulis adalah lulusan S2 UI jurusan Linguistik spesialis penerjemahan

Sumber : kompas.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: