Posted by: SDN Pondok Bambu 10 Pagi | September 15, 2009

Awas, Jangan Salah Langkah Tumbuhkan Minat Baca!

Dengan dalih tidak ingin ditinggalkan konsumennya, sadar atau tidak para pendidik di lembaga-lembaga pendidikan pra sekolah telah “memaksa” anak secepatnya dapat membaca dengan cara-cara yang seringkali tidak sesuai dengan usia dan perkembangannya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Pendidikan Anak Usia Dini-Ditjen Pendidikan Formal dan Non Formal Depdiknas Dr Sudjarwo pada sebuah lokakarya membangun budaya baca anak sejak lahir (born to read), Kamis (16/7), pekan lalu.

Menurutnya, kegiatan keaksaraan yang diterapkan di lembaga-lembaga tersebut cenderung men-drill anak melalui pemberian lembar kerja (worksheet) yang jelas-jelas tidak tepat. Buku, lembar kerja, buku mewarnai gambar, dan model-model produk seni buatan orang dewasa untuk sekadar ditiru oleh anak-anak, jelas tidak sesuai untuk anak usia dini, khususnya di bawah enam tahun.

Untuk itu, saran Sudjarwo, peran orangtua di rumah sangat penting, bahkan melebihi keinginan mereka memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan. Untuk itu, ada beberapa langkah yang perlu diingat untuk bisa berperan dengan baik dalam menumbuhkan minat baca anak Anda.

– Tularkan budaya membaca lewat Anda. Kebiasaan membaca hanya terjadi ketika lingkungan di rumah mendukung hal tersebut, karena si anak akan melihat dan berpikir, membaca memang kebiasaan orangtuanya.

– Bahasa lisan, itulah awal seorang anak berkeinginan membaca. Alhasil, bacakan cerita untuknya, biarkan ia mendengarnya, tertarik, dan penasaran dengan cerita-cerita Anda.

– Lakukan hal itu dalam suasana hangat, penuh kasih sayang, serta bebas tekanan dan paksaan, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan buat Anda, dan anak Anda tentunya.

– Ingat, tujuan utama mengembangkan minat baca kepada anak adalah mengenalkan mereka pada kekuatan dan kesenangan membaca, bukan memaksa untuk mengajarkan mereka dapat membaca.

– Keakraban dan kebersamaan saat Anda bercerita dan anak mendengarkan ini akan sangat berpengaruh dalam membentuk kekuatan emosional. Kekuatan inilah yang kemudian membantu anak untuk senang mengenal kata-kata, gambar, atau tulisan-tulisan, sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan otaknya.

– Sesekali, sampai akhirnya perlahan-lahan, Anda perlu benar-benar memberikan kesempatan kepada anak Anda untuk menggambar, yang dimulainya dengan mencorat-coret.

– Sabar adalah kunci kematangan Anda, khususnya ketika anak sudah menemukan kesenangannya mencorat-coret. Karena dengan kesabaran itulah Anda bisa mengarahkan dan membentuk kematangan biologisnya mempelajari coretan hingga lambat laun mulai menulis kata-kata.

– Dari tahap ini, Anda sudah mulai bisa menularkannya budaya membaca dan menulis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: