Posted by: SDN Pondok Bambu 10 Pagi | July 16, 2009

Memberikan Evaluasi atau Penilaian yang Wajar kepada Siswa

Oleh: Titin Prihatin Rahayu
Guru SMK, Bendahara Klub Guru cabang Malang Raya

”Tugas guru di antaranya melaksanakan evaluasi. Tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak sekali kendala kegagalan. Karena itu, kita harus mencari faktor kendala dan mengurangi faktor kegagalan evaluasi tersebut dengan meningkatkan kompetensi kita sebagai guru”

Sebagaimana diketahui, tugas guru pada akhir tujuan pembelajaran adalah mengevaluasi anak didik. Guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik dengan pemahaman arti evaluasi sendiri sebagai proses interpretasi serta pembuatan keputusan yang diberikan untuk anak didik. Sering kita bertanya pada saat mengadakan evaluasi, apakah para peserta didik belajar tentang apa yang kita inginkan agar mereka mempelajarinya?

Salah satu fungsi atau tugas guru sebagai penilai hasil belajar siswa, guru wajib secara berkesinambungan mengikuti perkembangan anak didiknya sampai batas pemahaman yang dikuasai siswa. Sebenarnya, melalui evaluasi, guru dapat memperoleh informasi terhadap kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan. Lewat informasi, diharapkan ada umpan balik dari siswa yang dapat dijadikan dasar untuk pengembangan bagi guru untuk melakukan perbaikan atau peningkatan dalam proses belajar mengajarnya.

Guru harus siap mengadakan evaluasi di setiap akhir materi pembelajaran atau melihat apakah anak didik sudah mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan dalam kurikulum. Timbul suatu pertanyaan, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan evaluasi? Sebenarnya, kapan waktu yang tepat gurulah yang paling mengetahuinya, apakah di setiap akhir kompetensi? Ataukah pelaksanaan evaluasi bisa diselipkan pada saat proses pembelajaran berlangsung?
Selain waktu pelaksanaannya, yang tak kalah penting adalah tujuan evaluasi tersebut, apakah sekadar memberikan nilai dengan angka pada akhir semester atau guru mengharapkan umpan balik dari siswa. Terlepas dari hal itu, evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dan mengetahui ketepatan model pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar .
Evaluasi pun dapat dipakai untuk menilai hasil mengajar guru. Yakni, apakah guru mampu menilai dirinya sendiri dan mencari letak kekurangannya. Mungkin ini bisa menjadi bahan renungan bagi guru.

Terlepas dari tujuan evaluasi, perlu dipikirkan apakah guru telah berhasil melaksanakan evaluasi? Pertanyaan tersebut harus mampu dijawab dengan menelaah bahwa saat ini banyak kendala yang dialami seorang guru saat mengadakan evaluasi. Ada yang berhasil, namun banyak juga yang merasa gagal. Nah, yang gagal tentunya memiliki kendala saat mengadakan evaluasi tersebut.

Karena evaluasi yang digunakan pada dasarnya untuk membuat keputusan berupa angka dengan menggambungkan tiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, nilai yang dicapai siswa masih di bawah standar atau di bawah kriteria ketuntasan minimal. Di sinilah, kita kadang merasa gagal sebagai guru dalam melaksanakan evaluasi di akhir proses pembelajaran.

Ada beberapa penyebab yang bisa dimasukkan sebagai indikasi kegagalan kita sebagai guru saat melaksanakan evaluasi. Di antaranya, guru kurang mampu memberikan motivasi siswa untuk belajar, guru tidak menggunakan media ketika mengajar, guru menggunakan model pembelajaran yang tidak sesuai, guru kurang disiplin dalam mengelola waktu, dan guru kurang menguasai materi yang diajarkan. Yang lebih parah, ada guru yang tidak mempunyai kemauan untuk belajar menambah pengetahuan dan ilmunya. Yang diberikan di kelas berkisar dari ilmu yang dimiliki saja, tanpa ada usaha dari guru tersebut untuk mengasah ilmunya dengan banyak membaca buku misalnya.

Problem kegagalan saat evalusi tersebut harus segera ditanggulangi dengan tetap berpegang prinsip pada tujuan evaluasi itu sendiri. Karena itu, minimalkan penyebab kegagalan evaluasi dengan meningkatkan kompetensi sebagai guru. Guru juga harus memberikan materi pelajaran kepada anak didik dengan persiapan yang matang, mulai perencanaan materi, media yang digunakan, model yang cocok, dan alat evaluasi yang digunakan. Mari kita mulai dari sekarang.

Identitas Penulis
Nama         : Dra Titin Prihatin Rahayu M.M
Email         : titinprihatin@gmail.com
Unit Kerja     : SMK Muhammadiyah 3 Kab.Malang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: