Posted by: SDN Pondok Bambu 10 Pagi | July 15, 2009

GURU : “Menghadapi Siswa Selalu Bikin Masalah di Kelas”

oleh Drs Martadi MSn

Ibu, anak suka membuat masalah di kelas bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena punya masalah belajar, ingin mendapat perhatian, atau aspek lain. Bahkan, ada anak yang apabila dilarang justru melakukan larangan tersebut. Untuk mengatasinya, langkah yang bisa Ibu lakukan adalah deteksi awal apa sebenarnya yang membuat anak suka membikin ulah. Dekati dan ajak bicara dia baik-baik, akan lebih baik orang tua diajak bicara.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa problem yang dihadapi anak sering disebabkan masalah yang dibawa dari keluarga di rumah. Libatkan guru BP di sekolah untuk ikut mendeteksi masalah anak tersebut dan memberi masukan langkah apa yang bisa diambil untuk mengatasinya sehingga anak tidak lagi membuat masalah di kelas. Pengasuh yakin, dihukum dalam bentuk apa pun, anak tidak akan jera atau justru akan semakin nakal bila kita tidak mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Memberi hukuman bersifat mendidik yang Ibu terapkan sudah betul dan dalam kasus tertentu hukuman memang efektif untuk memberikan efek jera kepada anak. Namun, seringkali hukuman tidak selalu efektif untuk kasus lain.

Setiap anak dikaruniai potensi kecerdasan yang berbeda. Ada anak yang sangat hebat di bidang matematika tetapi lemah dalam kemampuan sosial atau sebaliknya. Sebagai guru, kita sering menjumpai anak yang kemampuan akademiknya (bidang studi) kurang, namun memiliki perilaku (akhlak) yang baik seperti kasus siswa Ibu. Apakah bisa dinaikkan kelas? Kenaikan kelas bagi anak merupakan sebuah prasyarat agar anak siap mengikuti pelajaran pada jenjang kelas yang lebih tinggi. Untuk itu, dalam mengambil keputusan apakah anak naik atau tidak, guru harus mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif, baik capaian akademik, kesiapan belajar, perkembangan sosial, perkembangan akhlak, maupun pertimbangan lain. Berbagai komponen tersebut harus dibuat kriteria yang jelas sehingga mudah untuk mengevaluasinya. Bila anak masih memenuhi batas minimal dari berbagai kriteria tersebut, tidak ada salahnya dinaikkan. Namun sebaliknya, bila anak dinaikkan justru mengalami kesulitan baru, dia bisa saja harus tetap tinggal kelas. Prinsipnya, anak perlu dinaikkan atau tidak harus didasarkan pertimbangan mana yang terbaik untuk siswa. Bila perlu, ajak orang tua untuk ikut memikirkan mana yang terbaik bagi anak ke depan.

Pengasuh sangat mendukung bila anak diajak belajar di luar kelas. Sebab, dengan belajar di luar kelas, materi pelajaran lebih kontekstual, mudah dipahami, dan belajar menjadi lebih bermakna karena langsung dikaitkan dengan problem yang dihadapi dalam kehidupan. Untuk jadwal, bisa saja dilakukan seminggu sekali, satu bulan sekali, atau satu semester sekali bergantung tema dan kemampuan sekolah. Ada baiknya, pelajaran di luar kelas disusun secara terintegrasi yang melibatkan beberapa bidang studi sehingga lebih komprehensif dan efisien.

Sumber: Jawa Pos, 29 Januari 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: