Posted by: SDSN Pondok Bambu 10 Pagi | October 27, 2009

Menyesuaikan Diri dengan Sekolah Baru

Masa liburan sekolah baru saja tiba. Murid-murid menikmati liburan sepuasnya. Selepas libur, anak-anak harus bersiap lagi untuk menghadapi tahun ajaran baru. Banyak hal yang akan ditemui di sekolah baru.

Tidak seperti biasa, sejumlah tempat rekreasi dan pusat keramaian Ibu Kota dipadati oleh orang tua yang mengajak anak-anak mereka. Musim liburan sekolah telah tiba. Untuk sementara, anak-anak yang sehari-harinya disibukkan oleh urusan sekolah dapat rehat sejenak. Ada kelegaan dan keceriaan yang terpancar dari wajah mereka, setelah ulangan dan ujian nasional mereka lalui.

Namun, masa liburan tentu tidak berlangsung lama. Setelah liburan usai, mereka sudah harus berkutat lagi dengan pelajaran baru. Setibanya tahun ajaran baru nanti, sejumlah anak akan menemui situasi yang baru. Ada sebagian anak naik kelas, sebagian lagi telah lulus. �Selain naik jenjang, anak tersebut juga akan pindah ke sekolah baru,� kata Vera Itabiliana, Psikolog dari Lembaga Psikolog Terapan UI.

Bagi anak yang menghadapi kenaikan kelas, tentu tidak banyak yang berubah. Teman-teman di kelas yang baru pernah ditemui sebelumnya. Hanya saja pelajaran yang berbeda atau mungkin guru yang biasa mengajar di jenjang sebelumnya tidak mengajar lagi di kelas yang baru.

Sedangkan situasi berbeda dihadapi oleh anak-anak yang baru saja lulus dan memasuki sekolah yang sama sekali baru baginya. Ia akan berhadapan dengan teman-teman baru dari berbagai sekolah, guru-guru, materi pelajaran, lingkungan sekolah, serta budaya sekolah yang baru.

Saat anak memasuki sekolah baru inilah maka dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Menyesuaikan diri bukan berarti membuat anak menjadi berubah karena harus memenuhi tuntutan lingkungannya. Pengertian menyesuaikan diri yang tepat di sini, anak dapat memadukan potensi dan kondisi internal dirinya dengan tempatnya berinteraksi.

�Anak tidak dituntut untuk berubah menjadi orang lain, tapi dituntut untuk dapat menempatkan diri dengan kondisi lingkungan barunya,� ujar Vera.

Menyesuaikan diri di sekolah baru kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi sang anak. Namun, jangan membebani hal ini pada anak sepenuhnya. Sebab, proses menyesuaikan diri juga menjadi tanggung jawab orang tua. �Anak tidak boleh dibiarkan jalan sendiri, harus didampingi orang tua dalam proses penyesuaian dirinya, � tegasnya.

Misalnya dalam jenjang yang baru anak mendapatkan jam sekolah siang, berbeda dengan jenjang sebelumnya yang mengharuskan masuk pagi. Dalam hal ini, orang tua harus bisa mendampingi anak dalam menjadwal ulang jam belajarnya. Berlaku juga untuk mengamankan jam istirahat anak dan pendidikan tambahan lainnya.

Namun ketika mendampingi anak menyesuaikan diri, orang tua juga harus memperhatikan beberapa hal penting, di antaranya adalah pengenalan karakter anak. Orang tua harus memahami, bahwa karakter anak yang satu dengan anak yang lain itu berbeda. Begitu pula dengan pola penyesuaian diri mereka, pasti akan berbeda pula.

Jika orang tua memiliki anak lebih dari satu, pengalaman anak sulung atau anak sebelumnya belum tentu sama dengan pengalaman anak berikutnya.

Bisa saja dalam sejarahnya, anak sulung lebih mudah bergaul dengan teman-teman dan guru baru. Sedangkan anak yang lain tidak mengalami hal yang sama, atau malah sangat bergantung dengan figur teman dan guru-guru di sekolah lama.

Maka pemahaman yang tinggi akan sangat dibutuhkan orang tua dalam melakukan pendampingan bagi anak yang sedang berusaha menyesuaikan diri. �Setiap anak memiliki area berprestasinya sendiri-sendiri,� terang psikolog yang juga membuka praktik di Kemang Medical Care ini.

Ada anak yang dapat menyerap secara optimal pelajaran sulit jika diajarkan oleh guru dengan gaya mengajar tertentu. Ia bisa saja menjadi malas belajar, mendapati kenyataan bahwa ketika naik kelas atau guru di sekolah barunya berbeda jauh dengan guru favoritnya di sekolah lama.
Untuk mengatasi hal ini, maka hubungan yang baik antara orang tua dan anak sangat dibutuhkan. Membangun hubungan yang baik dapat dimulai dengan menjalin komunikasi yang baik.

Komunikasi yang baik akan mempermudah orang tua untuk menggali hal-hal yang menghambat anak saat proses penyesuaian diri sedang berlangsung. Misalkan jika sepulang sekolah orang tua mendapati wajah sang anak yang murung.

Jika komunikasi sudah terjalin, orang tua akan dengan mudah mengetahui penyebab kemurungannya tersebut. Dengan keterbukaan dan komunikasi yang lancar, maka orang tua dan anak dapat mendiskusikan permasalahan yang sedang dihadapi dan segera mencari solusinya. �Semakin dini komunikasi dijalin maka akan semakin optimal keterbukaan yang dapat tercapai,� tukas dia mantap.

Kerja sama orang tua juga dibutukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak ketika menghadapi kekhawatiran dalam lingkungan barunya. Untuk kasus seperti ini, baiknya sebelum hari pertama anak masuk ke sekolah baru, usahakan untuk membicarakan sejumlah kekhawatiran yang biasanya akan terjadi di sekolah baru. Yakinkan anak bahwa hal serupa juga dirasakan oleh anak yang lain.

Jangan lupa untuk terus memberinya semangat. Tanamkan juga hal-hal positif yang akan dia dapatkan di sekolah yang baru. Misalkan tentang teman-teman baru yang tidak kalah serunya dengan teman di sekolah yang lama, atau pelajaran serta guru-guru baik yang akan memberikan pengalaman baru baginya.

Sarankan anak untuk turut berpartisipasi serta aktif di beberapa acara olah raga, seni, sosial, atau rohani yang sesuai dengan minatnya. Cara ini diharapkan dapat memacu anak untuk lebih luwes dan lebih aktif di kelas

Jika kepindahan sekolah baru terjadi karena keluarga juga pindah ke kota yang baru, maka penting bagi orang tua untuk memperkenalkan lingkungan sekitar kepada anak. Misalkan orang tua menunjukkan tempat halte, taman, serta tempat-tempat yang ia gemari. Ini akan membantunya cepat merasa akrab dengan lingkungan baru.
cit/L-1

Sumber : Koran Jakarta, 24 Juni 2009

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: